BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Sejak beberapa abad yang lalu pada waktu
penduduk dunia belum sepadat zaman sekarang, tehnik daripada produksi dan
pengangkutan masih bersifat sederhana, dalam keadaan demikian kemampuan
memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih sangat
terbatas. Dengan perkataan lain dapat juga dikatakan bahwa pada waktu itu
jumlah barang-barang dan jasa-jasa yang ditawarkan jauh lebih sedikit bila
dibandingkan dengan jumlah permintaan terhadap barang dan jasa tersebut,
sehingga barang dan jasa yang ditawarkan akan habis terjual. Jadi pada waktu
itu terdapat keadaan dimana "supply creates its own demand" yang
berarti bahwa setiap penawaran suatu barang dan jasa akan menciptakan sendiri
permintaan terhadap barang dan jasa tersebut. Keadaan perekonomian ini dinamakan
"economics ot scarcity", dalam keadaan ini fungsi penjualan tidak ada
dan tidak menjadi masalah sehingga usaha-usaha untuk lebih mendekatkan hubungan
antara produsen dan konsumen atau penjual dan pembeli belum begitu memegang
peranan penting. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa dalam keadaan
"economics of scarcity" peranan daripada kegiatan promosi belum
begitu menonjol. Keadaan ini kemudian berubah menjadi "economics of
relative plenty", yaitu dengan terjadinya revolusi industri sebagai akibat
adanya inovasi atau penemuan - penemuan baru dalam bidang pengetahuan dan
teknologi. Maka dengan sendirinya perekonomianpun dan perindustrian makin
barkembang pula dengan pesat dimana produsen dapat menghasilkan barang dan jasa
secara besar-besaran, akibatnya produsen sekarang dapat menawarkan barang dan
jasa dalam jumlah yang jauh lebih besar
daripada permintaan terhadap barang dan jasa tersebut, dimana barang dan jasa
yang dihasilkannya tidak hanya ditujukan untuk konsumen yang dikenal saja,
melainkan juga untuk konsumen yang tidak dikenalnya sama sekali. sekarang
dikatakan bahwa apa yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen belum tentu
akan habis terjual, karena dalam hal ini sebutan lagi "supply creates its
own demand", tapi sudah beralih pada "demand creates its own
supply". Maka sekarang permintaan konsumenlah yang akan menciptakan
penawaran, dengan demikian agar penjualan berhasil dengan baik maka produsen
dalam menghasilkan barang-barang dan jasa-jasanya, harus mengetahui keinginan
dan kemampuan konsumen, sehingga hubungan antara produsen dengan
konsumen harus menjadi lebih dekat. Untuk itu diperlukan aktivitas-aktivitas
promosi yang dapat mendekatkan hubungan antara produsen dan konsumen, agar
barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan dapat dengan mudah dan lancar
sampai ke tangan konsumen. Jadi dengan berkembangnya keadaan perekonomian ini
maka promosi menjadi lebih penting artinya bahkan harus dijadikan pedoman bagi
aktivitas- aktivitas lainnya dalam perusahaan. Dengan demikian suatu perusahan
yang ingin mempertahankan kelangsungan hidupnya haruslah berorientasi terhadap
pasar artinya tindakan yang dilakukan dalam perusahaan harus disesuaikan dengan
gejala-gejala yang terdapat di dalam pasar. Dengan melaksanakan kegiatan
promosi seorang pengusaha atau produsen akan mendapatkan bantuan dalam
memperkenalkan dan menjelaskan kegunaan daripada barang atau jasanya, termasuk
keinginan konsumen terhadap barang-barang atau jasa-jasa yang dapat memuaskan
dirinya. Hal ini adalah karena sifat dinamis promosi yang dapat mengikuti
perkembangan perekonomian. Disamping itu promosi membantu produsen untuk dapat
mengenal pasar dengan cara menyelidiki apa yang dibeli oleh konsumen tersebut.
Dengan berdasarkan hal-hal diatas serta mengingat betapa pentingnya manfaat
promosi didalam suatu perusahaan, penulis tertarik untuk menelitinya.
B. Perumusan Masalah. Sesuai dengan tujuan perusahaan untuk
menjaga kontinuitas hidup perusahaan dengan sendirinya perusahaan berusaha untuk
menetapkan produksi dari setiap kegiatannya peningkatan produksi sangat erat
hubungannya dengan kegiatan promosi yang mana dalam penelitian ini diusahakan
secara kwantitatif dan kwalitatif. Adapun permasalahan yang akan diajukan
adalah "Bagaimana manfaat promosi dalam meningkatkan produksi".
C. Hipotesis penelitian Dan Asumsi. Dalam penelitian
hipotesis yang dipakai adalah, bahwa semakin tinggi pengeluaran untuk kegiatan
promosi, maka diharapkan semakin tinggi pula produksi. Dengan perkataan lain
jika biaya yang dikeluarkan untuk promosi meningkat, maka hasil produksi
diharapkan akan meningkat juga. selanjutnya hubungan antara variabel produk
diharapkan positif Untuk menguji kebenaran daripada pernyataan tersebut, maka
penulis mengasumsikan sebagai berikut : 1. Semua usaha penjualan lainnya
dianggap konstan, kecuali variabel promosi. 2. Pengaruh dari persaingan
perusahaan dapat dihadapi dan bisa dikendalikan. 3. Keadaan daripada
perekonomian secara umum dan bidang moneter khususnya dianggap berjalan dengan
baik sebagaimana mestinya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. pengertian pemasaran. Pemasaran merupakan salah satu dari
kegiatan- kegiatan pokok perusahaan yang dewasa ini semakin memegang peranan
penting. Dimana pemasaran berpacu seiring dengan kemajuan tingkat teknologi dan
perekonomien dunia dewasa ini. Karena perkembangannya yang demikian pesat, maka
sistem pemasaran semakin lama semakin kompleks dimana pada akhirnya pemasaran
akan memasuki semua fase aktivitas dunia usaha dan telah mengambil kedudukan
produksi sebagai problems yang utama. Pemasaran merupakan suatu terjemahan yang
berasal dari kata "marketing" yang mempunyai pengertian yang sanget
luas sesuai dengan perkembangan ekonomi dan teknologi. Untuk mengetahui apa
sebenarnya yang dimaksud dengan pemasaran, dapat dikemukakan beberapa defenisi
sebagai berikut : 1. Menurut E.W. Gundiff and R.R. still "Marketing is the business process by
which product are matched with markets and throghwhich transfers of ownerships
are effected".
2. Menurut winardi, SE. "Marketing terdiri dari
tindakan-tindakan yang menyebabkan berpindahnya hal milik atas benda-benda dan
jasa-jasa dan yang menimbulkan distribusi fisik"
3. Menurut philip Kotler. "Marketing is the human
activities directed at satisfying needs and wants through exchange".
Dari defenisi diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
marketing sebagai rangkaian penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada
konsumen semua ini berhubungan erat dengan kepuasan yang akan diperoleh
konsumen setelah dia membeli hasil produksi perusahaan.
B. Pengertian Promosi dan Tujuannya. Banyak orang menganggap
bahwa promosi dan pemasaran mempunyai pengertian yang sama, dimana sebenarnya
promosi hanya merupakan salah satu bagian dari kegiatan prasaran. Walaupun
promosi sering dihubungkan dengan penjualan tetapi kenyataannya promosi
mempunyai arti yang lebih luas dari penjualan karena penjualan hanya
berhubungan dengan pertukaran hak milik yang dilakukan oleh tenaga penjual,
sedangkan promosi adalah setiap aktivitas yang ditujukan untuk memberitahukan ,
membujuk atau mempengaruhi konsumen untuk tetap menggunakan produk yang
dihasilkan perusahaan tersebut. pengertian promosi yang dikemukakan oleh philip
Kotler adalah sebagai berikut : "Promotion encompasses all the tools in
the marketing mix whose mayor is persuasive communication".
Promosi meliputi semua alat-slat dalam kombinasi pemasaran
yang peranan utamanya adalah untuk mengadakan komunikasi yang sifatnya membujuk
promosi merupakan suatu proses komunikasi dari penyampaian amanat atau berita
tentang produk/barang atau jasa dari penjual kepada para pembeli potensial
(konsumen). Promosi adalah bersangkutan dengan metode komunikasi yang ditujukan
kepada pasar yang menjadi target tentang produk yang tepat yang dijual pada
tempat yang tepat dengan harga yang tepat. Promosi mencakup penjualan oleh
perseorangan, penjualan massal dan promosi penjualan. Berdasarkan ketiga pendapat tersebut diatas dapatlah ditarik
kesimpulan bahwa promosi adalah usaha-usaha yang dilakukan oleh perusahaan
untuk mempengaruhi konsumen supaya membeli produk yang dihasilkan ataupun untuk
menyampaikan berita tentang produk tersebut dengan jalan mengadakan komunikasi
dengan para pendengar (audience) yang sifatnya membujuk. Pada prateknya
walaupun pelaksanaan promosi ini umumnya dilakukan oleh para penjual/produsen,
pihak pembeli atau calon pembeli kadang-kadang ada kalanya secara sadar atau
tidak sadar juga telah melakukan promosi, misalnya bila mereka menginginkan
suatu informasi/keterangan mengenai harga, kwalitas dan sebagainya dari pihak
penjualan. Contohnya dalam keadaan kehidupan sehari-hari ada kalanya pada saat
berbincang-bincang orang menyinggung produk atau juga tertentu, umumnya
mengatakan keinginannya membeli rumah atau mengatakan bahwa besok malam film di
Juwita sangat bagus, maka dalam hal ini orang tersebut telah melaksanakan
kegiatan- kegtatan promosi. Seperti telah dikatakan di atas, tujuan dasar
dilaksanakannya promosi adalah untuk mempengaruhi konsumen supaya membeli
produk yang dihasilkan penjual. Suatu promosi yang dilaksanakan tanpa mempunyai
tujuan sama saja dengan melaksanakan pekerjaan yang sia- sia. Tujuan promosi
merupakan dasar dalam membuat keseluruhan program promosi yang akan dijalankan
oleh perusahaan dalam rangka mencapai apa yang diinginkannya, kemudian akan
menyusul langkah-langkah selanjutnya. Sebenarnya setiap perusahaan yang
memiliki program promosi bila dilihat secara nyata bahwa tujuan daripada
promosi masing-masing sering tidak sama rata sama lainnya. Akan tetapi pada
umumnya suatu promosi mempunyai tujuan antara lain sebagai berikut :
1. Penampakkan : Salah satu tujuan penting dari promosi
adalah promosi tersebut harus dapat menyampaikan pasan pads sejumlah calon
pembeli yang dituju atau yang ditargetkan, dengan demikian perusahaan harus
mem1lih mane yens dapat dicapai ke pembeli yang dituju tersebut. Dalam rangka
penampakkan ini perlu diperhatikan langkah lengkah sebagai berikut : Menentukan calon pembeli yang dituju atau yang di targetkan. Menentukan jumlah calon pembeli yang dituju. Memilih media yang paling sesuai untuk dapat mencapai calon
pembeli tersebut.
2. Perhatian : Promosi harus dapat menarik perhatian
konsumen ateu calon pembeli yang dituju,
namun seringkali sangat sukar untuk menarik perhatian calon pembeli
terhadap promosi yang kita lakukan disebabkan adanya sedemikian
banyak promosi yang dilakukan pula oleh perusahaan lainnya, sehingga perhatian
calon pembeli tidak hanya terpusat pada promosi yang dilakukan oleh perusahaan
lainnya yang meliputi sejumlah edvertensi, promosi penjualan dan usaha-usaha
promosi lainnya. Jadi perusahaan dihadapkan pada masalah bagaimana agar promosi
yang dilakukan oleh perusahaan lainnya. Cara yang dapat dilakukan untuk menarik
perhatian calon pembeli misalnya memberikan sponsor untuk suatu acara tertentu,
penggunaan orang yang sudah popular di mata masyarakat dalam reklamenya,
menonjolkan apa yang lebih menjadi keistimewaan produknya yang tidak terdapat
pada produk lainnya, dan lain sebagainya.
3. Pemahaman : Tujuan promosi lainnya dari promosi ialah
pemahaman yang dicapai pada waktu calon pembeli menginterpretasikan pesan yang
sampai kepadanya. Calon pembeli sering kali tidak dapat memahami promosi yang
tidak direncanakan dengan baik atau yang dapat menarik perhatian, kadang-kadang
perubahan dari media yang digunakan dapat menyebabkan pesan yang disampaikan
menjadi tidak jelas sehingga dalam merubah penggunaan media kita juga harus melibat
apakah perlu diadakan perubahan pesan. Dengan demikian perusahaan harus yakin
bahwa pesan yang disampaikan melalui media itu jelas dan dapat menarik
perhatian, karena banyak perusahaan mempromosikan berbagai macam produknya,
calon pembeli banyak tertarik, mengingat dan memahami beberapa promosi dari
sekian banyak promosi yang ada.
4. Perubahan Sikap :
Setelah promosi dapat dipahami oleh calon pembeli, maka perusahaan
mengharapkan suatu tanggapan dari calon pembeli terhadap promosi tersebut.
Setiap perusaan harus menyesuaikan promosinya dengan produk yang dihasilkannya
untuk dapat merubah sikap calon pembeli yang ditujunya, misalnya perubahan agar
pembeli mengalihkan pembeliannya dari produk perusahaan lain ke produk yang
dihasilkan oleh perusahaannya. Banyak perusahaan menggunakan advertensi merubah
sikap calon pembeli yang ditujukannya, advertensi belum tentu dapat menyebabkan
sebagian besar pembeli untuk segera melakukan pembeliannya.
5. Tindakan : Sesuai dengan tujuan akhir promosi adalah
untuk meningkatkan hasil perusahaan melalui peningkatan hasil penjualan, maka
tujuan promosi yang paling penting adalah untuk dapat menimbulkan tindakan dari
calon pembeli yang ditujunya, karena hal ini menandakan berhasil atau tidaknya
suatu promosi.
C. Bentuk-bentuk promosi
Banyak cara promosi yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka
meningkatkan volume penjualannya.
1. Advertensi Willian
J. Shultz mengemukakan bahwa : "Advertising is any forms of non personal
stimulation of demand for a product, service or selling institution throught
direct mail, or a paid medium"
Pengertian dari advertensi adalah suatu bentuk dorongan yang
tidak bersifat pribadi untuk meningkatkan permintaan atas suatu barang, jasa,
atau lembaga penjualan melalui surat-surat langsung atau memakai media sebagai
bahan perbandingan, Philip Kotler mengataken sebagai berikut :
"Advertising: any paid torm of non personal presentation and promotion of
ideas, goods, or services by an identified sponsor". Pengertian advertensi
adalah suatu bentuk penyajian dan promosi yang sifatnya bukan pribadi dari
barang-barang, jasa-jasa atau ide-ide yang dibayar oleh sponsor yang dikenal.
Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut diatas maka advertasi dapat
diuraikan sebagai berikut : Advertensi
bersifat non personal, yang berarti bahwa advertensi ditujukan kepada konsumen
dengan menggunakan suatu media, sehingga antara promotor dengan audience (para
pendengar) tidak dapat berdialog dengan langsung.
Advertensi mempromosikan barang dan jasa.
Advertensi menunjukkan adanya sponsor yang dikenal.
Advertensi memerlukan biaya (harus dibayar). pada umumnya advertensi juga
mempunyai sifat-sifat antara lain :
a. Publik presentation (penunjukkan umum), yaitu ditujukan
kepada masyarakat umum, oleh karena itu thema dan cara penyajiannya harus
mempunyai sifat- sifat standard yang dapat dimengerti oleh masyarakat umum
secara keseluruhan dengan menggunakan motif pembelian dengan demikian
masyarakat dapat mengerti maksud advertensi tersebut.
b. Pervesiveness/penembusen, yaitu dapat dilaksanakan
beberapakali sehingga dapat meresap kepada konsumen, serta dapat dibedakan dari
advertensi yang dilakukan oleh perusahaan lain.
c. Amplified expressiveness (menyebar luaskan yang
mengandung pengertian banyak) , yaitu dapat memberikan kesan yang kemudian
disebarluaskan oleh pendengar, misalnya advertensi melalui radio oleh karena
sering didengar maka akan dapat menimbulkan kesan bagi pendengar, yang kemudian
disebarkannya ke pendangar yang lain.
d. Impersonality (tidak bersifat seseorang) , yaitu tidak
bersifat pribadi atau ditujukan kepada umum, kelemahannya ialah kurang dapat
menimbulkan adanya transaksi penjualan. Dalam hal ini audience/ pendengar tidak
mempunyai kewajiban untuk mendengar atau memberikan respons, maka tidak terjadi
dialog melainkan monolog.
Pada umumnya ada beberapa tujuan advertensi, antara lain
adalah : a) Pengenalan dan penerimaan merk. Suatu produk yang baru muncul atau
lama tak kelihatan dipasaran memerlukan suatu cara untuk dapat dikenalkan dan
diterima merknya oleh pasar, pada umumnya para pemasang advertensi berusaha
untuk dapat meyakinkan para pembeli bahwa produk yang dihasilkannya telah
beredar di pasar dan dipersilahkan untuk mengingat dengan tepat merk yang
diketengahkan.
b) Pembelian percobaan. Dengan adanya pembelian percobaan
ini maka dapat diharapkan oleh para produsen untuk pada suatu saat mendapatkan
sejumlah pembeli yang potensil. Maksudnya adalah darl pembelian percobaan ini,
para pembeli tadi yang merasa mendapat kepuasan akan menjadi salah satu
langganan yang setia.
c) Mencapai pembeli yang tidak dapat didekati. Hal ini
terjadi akibat adanya jarak yang sangat jauh antara pihak produsen dan pihak
pembeli potensil Maksudnya adalah para pembeli itu tidak dapat didekati oleh
para penjual perusahaan ataupun harus dikeluarkan banyak waktu untuk
mencapainya. Jadi seta satunya cara pendekatan ini adalah dengan mempergunakan media
advertensi.
d) Mempengaruhi faktor penglihatan dari keputusan pembelian.
Beberapa kampanye edvertensi digambarkan untuk maksud penempatan berita sebelum
langganan potensil menciptakan keputusan pembelian, dengan harapan bahwa itu
akan merupakan faktor yang mempengaruhi dalam pertimbangan merk yang akan
dibelinya.
e) Menambah nilai pada produk. Dengan dipasangnya advertensi
tersebut diharapkan nilai daripada produknya akan bertambah. Para produsen
mengharapkan timbulnya keadaan dimana barangnya akan sesuai dengan mode dan
dapat membentuk cosumer simage. Disini diterangkan beberapa kelebihan dari
barangnya dan hal ini tidak dapat dicapai oleh pembeli yang mengadakan
penyelidikan kebetulan sehingga dengan demikian dapat menambah nilai guna.
f) Membantu penjualan oleh perorangan. Hal ini sangat
berguna bagi para penjual yang menjalankan tugasnya. Para penjual ini jauh
lebih mudah untuk mempromosikan produknya kepada sejumlah pembeli yang sudah
pernah melihat dan mengetahui produk yang dipromosikan dari pada kalau penjual
itu mempromosikan produknya kepada orang yang sama sekali asing terhadap
produknya. Jadi advertising adalah meratakan jalan untuk para penjual dalam
melaksanakan tugasnya.
Berdasarkan uraian tentang tujuan-tujuan advertensi di atas
dapatlah ditarik kesimpulan bahwa tujuan itu semua diarahkan untuk mendapatkan
pembeli jumlah yang lebih banyak dan merata sehingga kemungkinan untuk
menaikkan keuntungan yang diterima diharapkan.
Setelah tujuan advertensi ditetapken maka dicari kombinasi
dari tipe-tipe yang ada dalam kegiaten advertensi tersebut. Adapun kegiatan
daripada advertensi terdiri dari bermacam-macam, semua kegiatan itu dapet
dikelompokkan antara lain sebagai berikut :
a) Advertensi yang utama dan selektif. Advertensi selektif biasanya digunakan oleh
perusahaan yang spesifik atau untuk produk yang merknya spesifik, sedangken
pada advertensi yang utama ditonjolkan adalah kwalitas daripada produk tanpa
menampilkan merk atau perusahaannya. Misalnya dalam mempromosikan televisi,
buah-buahan dalam advertensi selektif, promosi jasa pengacara umumnya digunakan
dengan advertensi yang utama.
b) Advertensi nasional dan lokal. Advertensi nasional misalnya melalui media
yang , mempunyai ruang lingkup bersifat nasional seperti televisi. Sedangkan
advertensi lokal dilaksanakan secara lokal, artinya hanya pada suatu daerah
pemasaran tertentu saja atau setempat, misalnya melalui surat kabar lokal atau
setempat.
c) Advertensi langsung dan institusional. Advertensi langsung yaitu menampilkan dan
menunjukkan produk oleh produsen/penjual kepada calon pembeli secara langsung,
misalnya advertensi pakaian, real estate. Sedangkan pada advertensi instituatonal
yang ditampilkan adalah lembaganya itu sendiri, baik perusahaannya maupun
organisasinya, dengan maksud untuk menciptakan image serta mengingatkan atas
perusahaannya.
d) Advertensi industri, perdagangan dan konsumen. Advertensi industri. Advertensi perdagangan
yaitu advertensi yang ditujukan langsung pada sekelompok perantara atau lembaga
perdagangan lainnya, sedangkan advertensi konsumen ditujukan langsung kepada
konsumen.
e) Advertensi cetakan, elektronik, diluar, khusus,
pengiriman langsung. Advertensi cetakan
yaitu yang biasa dimuat di surat khabar atau majalah. Advertensi elektronik
seperti melalui radio atau televisi. Advertensi diluar seperti billboard atau
poster. Advertensi khusus yaitu dengan pemberian sesuatu misalnya korek api,
ballpoint, kalender dan sebagainya, sedangkan advertensi pengiriman langsung
yaitu menghubungi calon pembeli dengan Buret atau kartu pos. Selain itu ada
juga yang disebut advertensi transit seperti yang dipasang pada
kenderaan-kendaraan berupa ataupun lambang.
Dari semua tipe-tipe kegiatan advertensi tersebut diatas,
mana yang akan dipilih dan dikombinasikan penggunaannya harus selalu
disesuaikan dengan jenis produknya, perusahaannya, konsumennya, maupun keadaan
daripada pasarnya. Beberapa pertimbangan yang, perlu diperhatikan dalam
merencanakan dan melaksanakan kampanye suatu advertensi antara lain sebagai
berikut :
a. Copy strategi Tema
yang akan dipakai dalam advertensi, isinya harus singkat dan jelas agar mudah
dimengerti dan tidak menimbulkan salah pengertian serta dapat mempengaruhi dan
mendorongnya untuk melakukan tindakan pembelian. Tema yang akan dipakai harus
disesuaikan dengan golongan dan tingkat pendidikan calon penerimanya.
b. Media strategi. Media yang dipilih dan akan digunakan
didasarkan pada golongan dan jumlah orang yang dituju, luas daerahnya dan letak
geografisnya, efektifitasnya, biayanya dan kemungkinan-kemungkinan untuk
mengkombinasikan beberapa media tersebut.
c. Media Schedule. Membuat skala mengenai penggunaan media
tersebut baik lamanya pemasangan untuk memperhitungkan berapa biayanya yang
harus,digambarkan dan menetapkan bilamana kampanye tersebut akan
dilaksanakan.
Untuk dapat_mengevaluasi efektifitas suatu advertensi dapat
digunakan beberapa cara, antara lain dengan pelaksanaan : a) Mengadakan
survey/riset mengenai reaksi calon pembeli terhadap advertensi tersebut. b)
Melaksanakan store audits atau diary panels untuk mengetahui jumlah penjualan
dari tiap pengecer yang dilakukan sebelum dan sesudah diadakan advertensi. c)
Mengadakan advertensi pendahuluan terhadap sekelompok kecil masyarakat/calon
pembeli untuk mentes efektifitasnya dahulu sebelum digunakan secara luas
2. Personal Selling. Berikut ini akan penulis kemukakan
pengertian penjualan oleh perorangan dari pendapat beberapa sarjana, antara
lain: philip dan Duncan memberikan defenisi sebagai berikut : "Personal
selling involving direct personal contact of the seller or his representative
with the buyer is the oldest and most important method of selling" .
Penjualan oleh perorangan yang mencakup kontak perorangan antara penjual atau
wakilnya dengan pembeli merupakan cara penjualan yang tertua dan terpenting.
Converse, Huegy dan Mitchell memberikan defenisi sebagsi berikut :
"Personal selling may be defined as an oral persentation in a conversation
with one or more prospective customer's for the purpose ot making sales".
Penjualan oleh perorangan dapat didefinisikan sebagai suatu penyajian secara
lisan dalam bentuk percakapan dengan satu atau lebih calon langganan dengan
maksud mengadakan penjualan. Sedangkan Kotler memberikan defenisi sebagai
berikut : "Personal selling: oral presentation in a convertation with one
or more prospective purchaser's for the purpose or making sales".
Penjualan oleh perorangan ialah penyajian secara lisan dalam bentuk percakapan
dengan satu atau lebih calon pembeli dengan maksud melakukan penjualan.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut diatas, maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa penjualan oleh perorangan dilakukan secara lisan dalam bentuk percakapan
antara tenaga penjual atau wakil dari perusahaan dengan sata atau beberapa
calon pembeli dengan tujuan akhir melakukan penjualan.
Cara ini merupakan satu-satunya cara promosi yang dapat
menggugah hati pembeli dengan segera serta pada tempat dan waktu itu juga
diharapkan calon konsumen dapat mengambil keputusan untuk mengadakan pembelien
bareng atau jasa tersebut. Ada beberapa bentuk penjualan oleh yang dikenal,
antara lain: a) Penjualan sepanjang kounter. Bentuk ini dipakai oleh perusahaan
yang self service retail store. b) Para pedagang besar mengirim tenaga
penjualnya pada pengecer. c) Para penjual mengunjungi rumah-rumah calon
pembeli. d) Para penjual perusahaan mengunjungi pengecer maupun pedagang besar.
e) Pimpinan perusahaan langsung mengunjungi/ bungi calon pembeli. f) Sebelum
para penjual menjalankan tugasnya diberikan pendidikan khusus mengingat produk
yang hendak dijual memerlukan jasa-jasa pelayanan dan penjelasan mengenai
penggunaannya. Pada umumnya orang yang langsung mendatangi pembeli dengan
menawarkan suatu barang atau jasa disebut para penjual. Pada dasarnya para
penjual dapat dibagi tiga kelompok besar yaitu : a) order getters, yaitu para
penjual yang bertugas untuk mencari pembeli dan mengusahakan agar pembeli
tersebut menjadi iangganan perusahaan. la harus mempunyai pengetahuan yang baik
tentang produknya, dan harus mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai calon
pembelinya, agar ia dapat menunjukkan kegunaan dan keuntungan membeli produk
tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
b) Order taker, yaitu para penjual yang bertugas untuk
mendatangi pembeli yang sama secara rutin untuk menciptakan suatu penjualan.
Dalam tugasnya ini ia harus mencatat apa yang diinginkan dibutuhkan oleh
pembeli serta membantu pembeli dalam memilih dan menetapkan jumlah produk yang
akan dibelinya dan kualitasnya. Order taker ini banyak dipergunakan dalam dunia
perdagangan, misalnya para penjual pengecer, pedagang besar, dan para penjual
dari pabrik.
c) Supporting salesman, yaitu para penjual yang bertugas
untuk membantu dan mendukung terciptanya suatu pesanan.
Menurut philip Dan Duncan sebagaimana dikutip oleh prof.
R.H.Rahman prawiramidjaja S.E. ada empat macam prinsip dasar dari penjual
perorangan agar efektif yaitu : 1. Persiapan yang cukup 2. Lokasi atau menemukan pembeli 3. Membuat penjualan 4. pengembangan jasa baik setelah
penjualan
Keterangan secara terperinci adalah sebagai berikut : 1.
Persiapan yang cukup. Suatu persiapan penjualan yang etektif seorang penjual
harus : mempunyai pengetahuan tentang ,informasi
pasar yang cukup, mengenai kondisi perdagangan pada umumnya, misalnya tentang
persaingan, fluktuasi harga dan lain-lainnya.
mempunyai pengetahuan tentang
motif pembelian dan kebiasaan membeli dari pada
langganan. mengetahui tentang sifat dan
penggunaan dari pada produk yang hendak dijual.
menguasai agar langganan yang sudah membeli akan membeli lagi.
2. Lokasi atau menemukan pembeli. Setelah selesai persiapan
dibuat maka para penjual menentukan prospek dari pada calon pembeli.
3. Membuat penjualan
Tugas utama dari para penjual adalah menjual produk yang dihasilkan
perusahaan.
4. Pengembangan jasa baik setelah penjualan. Dalam suatu
transaksi penjualan kita akan memperoleh keuntungan. Karenanya para
pembeli/lengganan harus kita bantu untuk mendapatkan barang- berang yang
dibutuhkannya. Dengan demikian make calon langganan yang lain akan tertarik
juga terhadap jasa baik yang kita berikan.
3. Publicity. Publisitas ini merupakan salah satu cara
promosi yang ketiga, yaitu selah satu kegiatan yang melengkapi metode-metode
penjualan seperti advertensi, promosi penjualan dan penjual oleh perorangan.
Mengenai definisi publisitas, philip Kotler mengutipnya dari dafinisi yang
diberikan oleh American Marketing Assosiation sebagai berikut :
"publicity: non personal stimulation for a product, service or business
unit by commercially significant news about it in a medium or obtaining
favourable presentation radio, television or stage that is not paid the
sponsor". Publisitas adalah merupakan dorongan yang sifatnya tidak
perorangan terhadap permintaan akan suatu produk, jasa ataupun satuan usaha
dengan jalan memuat berita- berita yang sifatnya komersil di dalam media yang
dipublikasikan atau penyajiannya secara tepat melalui televisi, radio, atau
bioskop-bioskop dan kesemuanya ini tidak dibayar oleh sponsor. Menurut
Converse, Huegy dan Mitchell, "publicity has been defined as any forma of
commercially signitificant news about a product an institution, a service or a
person published in a space or radio time that is not paid ofr by the
sponsor". Publisitas didefenisikan sebagai bentuk berita yang bersifat
komersil tentang produk, lembaga jasa atau orang yang dipublikasikan dalam
surat kabar atau radio yang tidak dibayar oleh sponsor. Berdasarkan
pendapat-pendapet tersebut diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
publisitas merupakan keterangan tentang suatu produk tertentu yang disebutkan
dalam bentuk berita, hal mana merupakan keuntungan karena dalam pelaksanaannya
tidak dibayar oleh sponsor, dengan demikian publisitas mempunyai potensi untuk
mendorong penjualan.Publisitas mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
a) High Veracity, yaitu publisitas dianggap oleh pembacanya
sebagai sesuatu yang benar sebab pemberitaannya
tidak memihak atau dianggep netral, dalam majalah dan surat kabar.
b) Off-guard, yaitu bahwa publisitas merupakan berita dalam
surat kabar yang dibaca oleh setiap orang, sehingga mau tidak mau berita
tentang perusahaan juga terbaca. Dalam hal ini berarti bahwa publisitas dapat
sampai ke konsumen meskipun seolah- olah konsumen mempunyai penjaga, jika
dianggap publisitas tersebut lolos dari penjaganya.
c) Dramatization, yaitu bahwa publisitas dapat menggambarkan
keadaan produk perusahaan itu dengan jelas, misalnya dalam film, slide serta
dapat didramatisir dalam bentuk cerita yang sedemikian rupa hingga produk dapat
digambarkan dengan jelas.
4. Sales Promotion. Promosi penjualan merupakan salah satu
cara dari promosi yang keempat, untuk mengetahui pengertian promosi penjualan
maka penulis mengemukakan defenisi yang diberikan oleh Philip Kotler sebagai
berikut : "Sales promotion: those marketing activities other than personal
selling, advertising and publicity, that stimulate consumer purchasing and
dealer effectiveness such as displays, shows and exhibition, demontration, and various
non recurrent selling efforts not in the ordinary routine". Pengertian
promosi penjualan merupakan kegiatan kegiatan pemasaran selain penjualan oleh
perorangan, advertensi, dan publisitas, yang mendorong konsumen untuk membeli
dan mendorong keberhasilan agen penjual, seperti misalnya pajangan,
pertunjukan, eksibisi, demonstrasi serta berbagai usaha penjualan yang sifatnya
tidak terus menerus dan tidak dilaksanakan secara rutin. Menurut Converse,
Huegy den Mitchell, "Sales promotion is a term frequently used to denote
those activities which supplement both personal selling and advertising and
help to make them effective, such as shows, exposition demontration and other
non recurrent selling effor". Promosi penjualan ialah suatu istilah yang
dipakai untuk menyatakan aktivitas-
aktivitas yang melengkepi baik penjualan perorangan maupun advertensi dan
membuatnya efektif misalnya pertunjukan, pameran, demonstrasi serta usaha-usaha
penjualan lainnya yang tidak dilakukan secara berulang-ulang dan bukan hal yang
biasa. Berdasarkan kedua pendapat tersebut diatas maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa promosi penjualan ialah kegiatan pemasaran yang mendorong pembelian agen
penjual untuk membeli apa yang disajikan pada penjualan yang dilaksanakan
secara insidentil itu. Pada pelaksanaannya, promosi penjualan dilakukan dengan
berbagai macam cara yaitu : a.Promosi konsumen. Promosi konsumen ialah promosi
yang ditujukan pada konsumen akhir, dapat berupa : (1) Contoh, yaitu contoh
produk yang secara diberikan kepada konsumen dengan harapan mereka menerimanya
serta menggunakannya, dapat diberikan secara
langsung kepada konsumen atau digabungkan dengan produk yang
sudah dikenal konsumen. (2) Kupon, yaitu secarik kertas berstempelkan
perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk mendapat pemotongan
harga dalam membeli produk dengan harga yang lebih murah, cara penyampaian
kepada konsumen sama dengan contoh di atas yaitu dapat secara langsung atau
disatukan dengan produk lain yang sudah dikenal. (3) Pengembalian uang ganti
rugi, yaitu produsen bersedia mengembalikan uang pembeli apabila kalau ternyata
produk yang dijualnya tidak memuaskan lagi bagi konsumen. (4) Promosi harga,
yaitu potongan harga dari harga biasa, konsumen dapat mengetahui langsung pada
bungkus atau package dari produk yang dibelinya
(5) Stempel perdagangan, yaitu pemberian kupon- kupon dengan cap dagang
perusahaan, pada waktu terjadinya pembelian barang. Apabila kupon sudah
terkumpul dalam jumlah tertentu, maka dapat ditukar dengan sesuatu barang dari
perusahaan tersebut. (6) Demontrasi, yaitu perbuatan nyata dari penjualan
dihadapan pembeli dimana diperlihatkan serta dijelaskan cara-cara pemakaian
maupun kegunaan dan daya tahan suatu barang. Dengan cara tersebut pembeli dapat
melihat bagaimana kebenaran dari theme advertensi suatu produk dan manfaat apa
yang akan diperoleh bila membeli produk tersebut. (7) Persaingan, yaitu
perusahaan memberi kesempatan kepada konsumen untuk memenangkan suatu undian
yang diadakan oleh perusahaan tersebut.
b. promosi perdagangan. Yaitu promosi yang ditujukan kepada
pedagang perantare yang dapat berupa : (1) Bantuan pembelian, yaitu potongan
harga yang diberikan kepada penjual sehubungan dengan pembeliannya dalam jangka
waktu tertentu. Sifatnya ialah jangka pendek dan biasanya dilakukan pada
perkenalan barang yang baru. (2) Bantuan yang diharapkan, yaitu komisi yang
diberiken oleh produsen kepada penjual untuk setiap produk yang dijualnya
dengan maksud supaya penjual cepat mengisi persediaan barangnya.Berarti dalam
hal ini penjual akan mendapat premi untuk produk yang keluar dari dalam
gudangnya. (3) Bantuan sebelum pembelian, yaitu potongan yang diberikan kepada
penjual berdasarkan pembelian yang dilakukan sebelumnya, misalnya membeli dalam
jumlah tertentu kemudian membeli lagi. (4) Bantuan barang dagang, yaitu
penggantian kerugian yang diberikan oleh produsen kepada penjual terhadap
produk yang tidak sesuai dengan yang berdasarkan kontrak yang dibuat sebelumnya.
(5) Kerja sama advertensi, yaitu advertensi yang dilaksanakan oleh penyalur
tetapi biasanya akan diganti oleh produsen dalam jangka waktu tertertu. (6)
Fromosi daftar penjual, yaitu advertensi yang dilakukan oleh produsen yang
menyebutkan bahwa produk dapat dibeli pada penjual-penjual terter tu. Jadi
dalam hal ini penjual juga dipromosikan kepada konsumen.
(7) Uang rangsangan, yaitu intensif yang diberikan kepada
penyalur maupun para penjual agar mendahulukan penjualan produk perusahaan
tertentu dari pada produk perusahaan lain. (8) Kontes penjual, yaitu dorongan
yang diberikan oleh perusahaan dalam bentuk hadiah untuk penyalur atau para
penjual yang menjual paling banyak. (9) Muatan penjual, yaitu premi yang
diberikan kepada penjual untuk pembelian sejumlah barang-barang.
c. Promosi tenege penjual. Yaitu promosi yang ditujukan
kepada tenaga penjual perusahaan yang terdiri dari : (1) Bonus, yaitu
pembayaran tunai kepad para penjual sebagai tambahan disamping gaji biasa
karena usaha-usaha yang lebih dari biasa dalam menjual barang tersebut. (2)
Kontes tenaga penjual, yaitu suatu kompetisi antara para penjual perusahaan
dalam usaha untuk lebih mendorong persaingan diantara sesame mereka sehingga
penjualan dapat lebih ditingkatkan. (3) Pertemuan penjual, yaitu pertemuan
antara berbagai para penjual atau yang dilaksanakan oleh perusahaan dengan
mengundang para penyalurnya , dengan tujuan untuk mendiskusikan bagaimana
cara-cara penjualan yang lebih baik supaya terdapat peningkatan dari volume
penjualan.
D. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Promosi Perusahaan harus dapat menentukan bagaimana
kombinasi dari advertensi, penjual perorangan, promosi penjualan dan publisitas
yang paling tepat bagi perusahaannya, meskipun hal ini merupakan suatu
pekerjaan yang sulit karena, tidak diketahuinya secara pasti sampai sejauh mana
advertensi dan alat promosi lsinnya depat membantu mencapai tingkat yens
diharapkan tapi kite harus mengetehui faktor-faktor yang mempengaruhi promosi
tersebut yang dapat dibagi dalam : Menurut Drs. Basu Swastha D.H. dan Drs. Ira
wan MBA faktor-faktor yang mempengaruhi efektif tidaknya promosi antara lain
adalah : (1) Besarnya dana yang dipasarkan untuk promosi (2) Sifat pasar. (3) Jenis produk yang
dipasarkan (4) Tahap-tabap dalam siklus kehidupan barang.
Label: promotion
